alamsyah rasyid blogry

Matematika Sedekah

Posted on: January 4, 2007

Dari milis reiki-hijau :

ARTIKEL USTADZ YUSUF MANSUR
•        Pengantar
•        Matematika Dasar Sedekah
•        Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak
•        2.5 % Tidaklah Cukup
•        Coba Jajal Sedekah 10%
•        2.5 Itu Cukup, Kalau ..

PENGANTAR
Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup
kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan
sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Wuh,
inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para
pelakunya.
Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang
kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan
kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-
kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap
manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang
sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu
Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya,
menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-
Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada
siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain.
kepada yang mau peduli dan berbagi.
Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang
sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi
barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta
kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.
Insya Allah, hari demi hari, saya akan menulis tentang sedekah, dan
segala apa yang terkait dengan sedekah. Di website ini. Saudara yang
melihat, Saudara yang membaca, Saudara yang bisa memetik hikmahnya,
saya mempersilahkan membagi kepada sebanyak-banyaknya keluarga,
kawan dan sahabat Saudara. Barangkali ada kebaikan bersama yang bisa
diambil. Di website ini pula, Saudara akan bisa mengambil petikan
hadits hari per hari dan ayat hari per hari, yang berkaitan dengan
sedekah dan amaliyah terkait, dengan pembahasan singkatnya.
Di pembahasan-pembahasan tentang sedekah, saya akan banyak mendorong
diri saya dan saudara, untuk melakukan sedekah, dengan mengemukakan
fadilah-fadilah/keutamaannya. Insya Allah pembahasan akan sampai
kepada Ihsan, Mahabbah, Ikhlas dan Ridha Allah. Apa yang tertulis,
adalah untuk memotivasi supaya tumbuh keringanan dalam berbagi,
kemauan dalam bersedekah. Sebab biar bagaimanapun, manusia adalah
pedagang. Ia perlu dimotivasi untuk melakukan

Akhirnya, mintalah doa kepada Allah, agar Allah terus menerus
membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq dan hidayah-Nya hingga sampai
kepada derajat “mukhlishiina lahuddien”, derajat orang-orang yang
mengikhlaskan diri kepada Allah.

Matematika Dasar Sedekah
Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?
10 – 1 = 19
Pertambahan ya? Bukan pengurangan?
Kenapa matematikanya begitu?
Matematika pengurangan darimana?
Koq ketika dikurangi, hasilnya malah lebih besar?
Kenapa bukan 10-1 = 9?
Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari
apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak
lagi. Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil
dari QS. 6: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi
mereka yang mau berbuat baik.
Jadi, ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 di antara yang
sepuluh itu, maka hasil akhirnya, bukan 9. Melainkan 19. Sebab yang
satu yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat.
Hasil akhir, atau jumlah akhir, bagi mereka yang mau bersedekah,
tentu akan lebih banyak lagi, tergantung Kehendak Allah. Sebab Allah
juga menjanjikan balasan berkali-kali lipat lebih dari sekedar
sepuluh kali lipat. Dalam QS. 2: 261, Allah menjanjikan 700x lipat.
Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah
itu bentuknya apa? Bukalah mata hati, dan kembangkan ke-
husnudzdzanan, atau positif thinking ke Allah. Bahwa Allah pasti
membalas dengan balasan yang pas buat kita.

Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak
Kita sudah belajar matematika dasar sedekah, dimana setiap kita
bersedekah Allah menjanjikan minimal pengembalian sepuluh kali lipat
(walaupun ada di ayat lain yg Allah menyatakan akan membayar 2x
lipat). Atas dasar ini pula, kita coba bermain-main dengan
matematika sedekah yang mengagumkan. Bahwa semakin banyak kita
bersedekah, ternyata betul Allah akan semakin banyak juga memberikan
gantinya, memberikan pengambalian dari-Nya.
Coba lihat ilustrasi matematika berikut ini:
Pada pembahasan yang lalu, kita belajar:
10 – 1 = 19
Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:
10 – 2= 28
10 – 3= 37
10 – 4= 46
10 – 5= 55
10 – 6= 64
10 – 7= 73
10 – 8= 82
10 – 9= 91
10 – 10= 100
Menarik bukan? Lihat hasil akhirnya? Semakin banyak dan semakin
banyak. Sekali lagi, semakin banyak bersedekah, semakin banyak
penggantian dari Allah.
Mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan kita untuk bersedekah,
meringankan langkah untuk bersedekah, dan membuat balasan Allah
tidak terhalang sebab dosa dan kesalahan kita.

Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang
kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan
kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-
kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap
manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang
sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu
Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya,
menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-
Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada
siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain.
kepada yang mau peduli dan berbagi.
Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang
sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi
barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta
kita memperhatikan jika ingin diperhatikan
nsya Allah, hari demi hari, saya akan menulis tentang sedekah, dan
segala apa yang terkait dengan sedekah. Di website ini. Saudara yang
melihat, Saudara yang membaca, Saudara yang bisa memetik hikmahnya,
saya mempersilahkan membagi kepada sebanyak-banyaknya keluarga,
kawan dan sahabat Saudara. Barangkali ada kebaikan bersama yang bisa
diambil. Di website ini pula, Saudara akan bisa mengambil petikan
hadits hari per hari dan ayat hari per hari, yang berkaitan dengan
sedekah dan amaliyah terkait, dengan pembahasan singkatnya
Di pembahasan-pembahasan tentang sedekah, saya akan banyak mendorong
diri saya dan saudara, untuk melakukan sedekah, dengan mengemukakan
fadilah-fadilah/keutamaannya. Insya Allah pembahasan akan sampai
kepada Ihsan, Mahabbah, Ikhlas dan Ridha Allah. Apa yang tertulis,
adalah untuk memotivasi supaya tumbuh keringanan dalam berbagi,
kemauan dalam bersedekah. Sebab biar bagaimanapun, manusia adalah
pedagang. Ia perlu dimotivasi untuk melakukan sebuah amal. Kepada
Allah juga semuanya berpulang

Akhirnya, mintalah doa kepada Allah, agar Allah terus menerus
membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq dan hidayah-Nya hingga sampai
kepada derajat “mukhlishiina lahuddien”, derajat orang-orang yang
mengikhlaskan diri kepada Allah.

2.5 % Tidaklah Cukup

Saudaraku, barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga ke
sedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa
diangkat, 2,5%. Kita akan coba ilustrasikan, dengan perkalian
sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh
yang signifikan.
Contoh berikut ini, adalah contoh seorang karyawan yang punya gaji
1jt. Dia punya pengeluaran rutin sebesar 2jt. Kemudian dia
bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1jt itu. Maka kita dapat
perhitungannya sebagai berikut:
Sedekah: Sebesar 2,5%
2,5% dari 1.000.000 = 25.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 25.000 = 975.000
Tapi kita belajar, bahwa 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan
mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh
kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan
rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar:
975.000 + 250.000 = 1.225.000
Lihat, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1jt, “hanya”
jadi Rp. 1.225.000,-. Masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar
Rp. 2jt. Boleh dibilang secara bercanda, bahwa jika dia
sedekahnya “hanya” 2,5%, dia masih akan keringetan untuk mencari
sisa 775.000 untuk menutupi kebutuhannya

Coba Jajal Sedekah 10 %
Saudara sudah belajar, bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Ketika
diterapkan dalam kasus seorang karyawan yang memiliki gaji 1jt dan
pengeluarannya 2jt, maka dia hanya mendapatkan pertambahan 250rb,
yang merupakan perkalian sedekah 2,5% dari 1jt, dikalikan sepuluh.
Sehingga “skor” akhir, pendapatan dia hanya berubah menjadi Rp.
1.225.000. Masih cukup jauh dari kebutuhan dia yang 2jt.
Sekarang kita coba terapkan ilustrasi berbeda. Ilustrasi sedekah 10%.
Sedekah: Sebesar 10%
10% dari 1.000.000 = 100.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 100.000 = 900.000
Kita lihat, memang kurangnya semakin banyak, dibandingkan dengan
kita bersedekah 2,5%. Tapi kita belajar, bahwa 900.000 itu bukanlah
hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia
keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar
1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa
yahtasib (rizki tak terduga) sebesar:
900.000 + 1.000.000 = 1.900.000
Dengan perhitungan ini, dia “berhasil” mengubah penghasilannya,
menjadi mendekati angka pengeluaran yang 2jt nya. Dia cukup butuh
100rb tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkan

2.5 ITU CUKUP, KALAU ..
Setiap perbuatan, pasti ada balasannya. Dan satu hal yang saya
kagumi dari matematika Allah, bahwa Spiritual Values, ternyatab
selalu punya keterkaitan dengan Economic Values. Kita akan bahas
pelan-pelan sisi ini, sampe kepada pemahaman yang mengagumkan
tentang kebenaran janji Allah tentang perbuatan baik dan perbuatan
buruk.
Kita sedang membicarakan bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup.
Mestinya, begitu saya ajukan dalam tulisan terdahulu, sedekah kita,
haruslah minimal 10%. Dengan bersedekah 10%, insya Allah kebutuhan-
kebutuhan kita, yang memang kita hidup di dunia pasti punya
kebutuhan, akan tercukupi.
Dari ilustrasi di dua tulisan terdahulu, saya memaparkan bahwa
ketika seorang karyawan bersedekah 2,5% dari gajinya yang 1jt,
maka “pertambahannya” menjadi Rp. 1.225.000. Yakni didapat dari Rp.
975.000, sebagai uang tercatat setelah dipotong sedekah, ditambah
dengan pengembalian sepuluh kali lipat dari Allah dari 2,5% nya.
Bila sedekah 2,5% ini yang dia tempuh, sedangkan dia punya
pengeluaran 2jt, maka kekurangannya teramat jauh. Dia masih butuh
Rp. 775.000,-. Maka kemudian saya mengajukan agar kita bersedekah
jangan 2,5%, tapi lebihkan. Misalnya 10%.
Saudaraku, ada pernyataan menarik dari guru-guru sedekah, bahwa
katanya, sedekah kita yang 2,5% itu sebenarnya tetap akan mencukupi
kebutuhan-kebutuhan kita, di dunia ini, maupun kebutuhan yang lebih
hebat lagi di akhirat, kalau kita bagus dalam amaliyah lain selain
sedekah. Misalnya, bagus dalam mengerjakan shalat. Shalat dilakukan
selalu berjamaah. Shalat dilakukan dengan menambah sunnah-sunnahnya;
qabliyah ba’diyah, hajat, dhuha, tahajjud. Bagus juga dalam hubungan
dengan orang tua, dengan keluarga, dengan tetangga, dengan kawan
sekerja, kawan usaha. Terus, kita punya maksiat sedikit, keburukan
sedikit. Bila ini yang terjadi, maka insya Allah, cukuplah kita akan
segala hajat kita. Allah akan menambah poin demi poin dari apa yang
kita lakukan.
Hanya sayangnya, kita-kita ini justru orang yang sedikit beramal,
dan banyak maksiatnya. Jadilah kita orang-orang yang merugi. Skor
akhir yang sebenernya sudah bertambah, dengan sedekah 2,5% itu,
malah harus melorot, harus tekor, sebab kita tidak menjaga diri.
Perbuatan buruk kita, memakan perbuatan baik kita.
Tambahi terus amaliyah kita, dan kurangi terus maksiat kita

Kalikan Dari Target Supaya Beroleh Lebih
Saudaraku, ini menyambung tiga tulisan terdahulu. Kasusnya, tetap
sama: Seorang karyawan dengan gaji 1jt, yang punya pengeluaran 2jt.
Bila karyawan tersebut mau hidup tidak pas-pasan, dan mau dicukupkan
Allah, dia harus menjaga dirinya dari keburukan, dan terus memacu
dirinya dengan berbuat kebaikan dan kebaikan. Kemudian, lakukan
sedekah 10% bukan dari gajinya, melainkan dari pengeluarannya.
Kita lihat ya…
Sedekah 10% dari 2jt (bukan dari gajinya yang 1jt), maka akan
didapat angka sedekah sebesar Rp. 200rb. Gaji pokok sebesar 1jt,
dikurang 200rb, menjadi tinggal 800rb. Lihat, angka tercatatnya
tambah mengecil, menjadi tinggal 800.000.
Tapi di sinilah misteri sedekah yang ajaib. Yang 200rb yang
disedekahkan, akan dikembalikan sepuluh kali lipat oleh Allah, atau
menjadi 2jt. sehingga skor akhirnya bukan 800rb, melainkan 2,8jt.

Dengan perhitungan di atas, kebutuhannya yang 2jt, malah terlampaui.
Dia lebih 800rb. Subhanallah. Apalagi kalau kemudian dia betul-betul
mau memelihara diri dari maksiat dan dosa, dan mempertahankan
perbuatan baik, maka lompatan besar akan terjadi dalam hidupnya.
Sebuah perubahan besar, sungguh-sungguh akan terjadi. Baik kemuliaan
hidup, kejayaan, kekayaan, hingga keberkahan dan ketenangan hidup.
Sekali lagi, subhanallah.

34 Responses to "Matematika Sedekah"

Alhamdulillah ……saya termasuk orang yang pernah merasakan keajaiban ini

Cool… nice entry! Membuka mata, membuka hati.

sedekah … amazing !
aLLah sangat cinta kepada mereka yg mampu menafkahkan sebagian hartanya baik di kala lapang maupun sempit. mereka ini akan mendapat kebahagian dunia dan akhirat

nyambung lagi …
sebaik-baik bersedekah adalah memberikannya kepada mereka yg betul-betul membutuhkan. bersedekah kepada orang miskin terpuji, berinfaq ke masjid bagus, menanggung keluarga yg layak dibantu itu harus, ber-qurban saat idul adha mulia, namun semua itu “seakan” memasukkan air ke dalam bejana bolong ! mengapa ? karena sedekah wajib belum dilaksanakan !

Gaji 2 juta, sedekah 10%, sudah berinvestasi 800 ribu. Kalau begitu mo investasi lagi aja deh, mo 20% aje, biar investasinya lebih besar. Yang 10% itu, mo dipakai buat cicil rumah, beli sepeda untuk anak, mo jalan-jalan. Sisanya mo diinvestasikan lagi saja, buat di akherat…. Investasi dari investasi gitu….

klo mo kaya raya, silakan yg bergaji 1 jt per bulan disedekahkan 50% nya. Hitungannya menjadi Rp.5.500.000,- . Subhanallah!!!

Halo, salam kenal pak, sedang blog walking neh :D

btw…

kalo udah diitung2 gini…

apa balikannya sudah pasti materi?

kalo ada orang yang ngitung2 gini…

apa udah siap orang itu nerima kalo ternyata balikannya gak berupa materi?

Sayang pada umumnya orang gak sadar kalo sebenernya sedang di balas kebaikannya oleh Allah SWT tetapi melalu sesuatu yang tidak dalam bentuk materi.

keep posting..

[...] Kita lihat ya… Sedekah 10% dari 2jt (bukan dari gajinya yang 1jt), maka akan didapat angka sedekah sebesar Rp. 200rb. Gaji pokok sebesar 1jt, dikurang 200rb, menjadi tinggal 800rb. Lihat, angka tercatatnya tambah mengecil, menjadi tinggal 800.000. Tapi di sinilah misteri sedekah yang ajaib. Yang 200rb yang disedekahkan, akan dikembalikan sepuluh kali lipat oleh Allah, atau menjadi 2jt. sehingga skor akhirnya bukan 800rb, melainkan 2,8jt.   Dengan perhitungan di atas, kebutuhannya yang 2jt, malah terlampaui. Dia lebih 800rb. Subhanallah. Apalagi kalau kemudian dia betul-betul mau memelihara diri dari maksiat dan dosa, dan mempertahankan perbuatan baik, maka lompatan besar akan terjadi dalam hidupnya. Sebuah perubahan besar, sungguh-sungguh akan terjadi. Baik kemuliaan hidup, kejayaan, kekayaan, hingga keberkahan dan ketenangan hidup. Sekali lagi, subhanallah.   Sumber :  http://alamster.wordpress.com/2007/01/04/matematika-sedekah/ [...]

Luar biasa manfaat sedekah ini.
Sedekah bisa menolak bala, bisa mendatangkan rezeki.
Dan jika kita ingin menjadi kaya harta maka perbanyaklah sedekah

Salam,

Hitungan sedekah, secara matematis memang bisa kita buat seperti yg diutarakan diatas, tapi kita harus berhati-hati, jangan sekali-kali kita hitung-hitungan dengan Allah Swt, dan hati-hati tujuan bersedekah jangan sampai merusak, Tujuan bersedekah bukan untuk melipat gandakan harta kita, tapi sebagai ujud ketaqwaan kepada perintah Allah dengan harapan mendapat Ridho Allah SWT.
InsyaAllah, mohon maaf.

Seberapa perlu dikeluarkan:

2. Al Baqarah 219. …Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.

Jawabnya: Yang lebih dari keperluan.
Jadi tidak pernah ada batasan yang 2.5% itu.
Jadi seberapa batasannya:

17. Al Israa’ 29.
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

nice info, kemarin lihat di CTV, ustad yusuf mansyur menerangkan tentang matematika sedekah… wah saya sampai menangis.. insya allah mau saya laksanakan mudah-mudahan istiqomah…
afwan, bolehkah artikel ini saya sunting di blog saya? di http://www.ahabasgar.co.cc? syukron…

kalo bersedekah cara begitu alhamdulillah, hanya kita berpikir ulang yang dibilang matematika sedekah dan mendapat rizki min haitsu laa yahtasib ok. nah skg gimana itu manusianya apabila dari diri sendiri mau ga sedekahkan entah 2.5 atau 10 atau kata noval 50 persen berapa pun yang diterima keluarkan saja tdk usah di hitung kalo dia ikhlas kalo ga ikhlas sama juga bohong, Allah Maha Tahu Maha Mengerti kondisi seseorang dimanapun dia mendapat rezeki bersilahturahmi kepada kawan kerabat atau berbuat baik terhadap orang lain juga mendapat rezeki yang penting ikhlas bos,

sedekah itu tidak harus berupa uang, apa bentuknya makanan, tenaga atau pikiran, itu pun bisa menjadi sedekah dan disitulah kemampuan manusia yang bisa ia sedekahkan terhadap orang lain yang membutuhkan. Karna disinilah kembali lagi Allah itu Maha Tahu hanya Allah lah yang bisa memberikan pengganti dari apa yang orang keluarkan untuk sedekah dalam bentuk apapun untuk memberikan sedekah atau menolong orang yang sedang kesulitan, karna setiap orang itu membantu atau bersedekah dalam bentuk yang berbeda-beda. hm..hm..

Menurut saya, besar kecilnya nggak masalah selama itu masih bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Kadang saya agak sedikit heran, udah dikasih janji seperti itu misalnya dapat imbalan 10x lipat, belum tentu kita bisa melaksanakannya karena kadar keikhlasan/keimanan seseorang berbeda-beda, lalu ketika mau niat bersedekah saja kita sudah dihadapkan oleh daftar kebutuhan kita yang makin banyak, apalagi yang namanya hutang.

***

Kalau ada yang bilang jangan sampai motivasinya hanya untuk melipatgandakan harta, tapi menurut saya minimal itu sudah cukup bagus, karena orang yang bersedekah yg motivasinya untuk menambah rezeki karena dia memang >>> berharap kepada yang maha kuasa <<<< untuk soal rezeki tersebut, apalagi orang tersebut bertambah yakin bahwa dari bersedekah hartanya bertambah, mudah2an orang tersebut semakin tambah bersedakahnya dan banyak orang2 yang dibantunya lagi melalui orang yang bersedkah tsbt.

***

Daripada dia pergi ke gunung atau ke dukun minta suatu pesugihan ato apalah…. hingga imannya rusak

kesimpulannya: semuanya saling menguntungkan dari pihak penerima sedekah maupun dari pemberi sedekah

Thanks atas postingannya…sangat bermanfaat untuk dijadikan referensi…dengan mengaitkan matematika dengan sedekah. Yang terpenting niatnya…asal jangan niatnya membuat perhitungan matematika untuk mencari keuntungan berlipat dengan cara bersedekah…sehingga motivasi jadi berbeda…kalau kita besedekah niatnya harus ikhlas karena Allah…bukan berharap keuntungan berlipat…tapi kalau memang memperoleh keuntungan yang berlipat karena kita bersedekah..itu adalah balasan dari Allah SWT. Mohon ijin postingan ini saya pasang di blog saya…salam kenal, terima kasih Wassalam…

ketika saya melihat blog untuk memberi rangsangan bersedekah saya sangat bahagia. Akan tetapi ketika saya melihat terjadinya pergeseran sifat amalan sedekah itu sendiri dimana Rasulullah memberikan keterangan begitu agungnya ganjaran bagi orang yang mau bersedekah, sekarang banyak dari kita sedekah karena mengharapkan imbalan “dunia”. Saya hanya bisa berucap astagfirullahaladzim. Sudah jauhkah umat ini dari agamanya ? demi Allah, Bukankah Allah dan Rasul-Nya sudah memerintahkan sedekah untuk mengharap pahalanya ? kenapa sekarang jadi berharap agar “KAYA” ?. Bukankah Allah dan Rasul-Nya sudah memberikan jalan agar kita diberi kemudahan Rizky ? kenapa justru tidak kita amalkan ?

sungguh begitu banyak cerita sedekah dari Abu Bakar dan Utsman yang mereka telah dijamin surga-Nya. Apakah kita tidak melihat Abu Bakar mensedekahkah seluruh hartanya untuk islam ? Apakah kita melihat Abu Bakar hartanya menjadi bertambah karena sedekahnya ? apakah kita tidak diajari bagaimana Utsman menafkahkan separo hartanya untuk islam ? kita melihat hartanya kembali atau berkurang ?

Lalu kita ?
kenapa memelencengkan ayat Al Qur’an demi sebuah matematika sedekah. Bukankah ayat Al Qur’an berbicara mengenai pahala bukan “HARTA KEKAYAAN”. Demi Allah yang aku takutkan adalah diantara kita bersedekah kemudian tujuannya agar hartanya bertambah. sedangkan Allah dan Rasul-Nya sudah memperingatkan “jika kita melakukan amalan akhiran untuk keperluan dunia maka Allah akan memberi dunia itu akan tetapi di akhiran kita akan masuk ke golongan orang-orang yang merugi (masuk neraka)”

silakan mengunjungi blog saya untuk belajar

.:: Semua amal tergantung niatnya ::.

Yang paling enak kalo == shalat & zakat/sedekah == itu mengharapkan satu paket, dunianya dapet, akhirat pun dapet jadi mintanya minta ma Allah dunia dan akhirat.

Kalau minta balasan dunia doang, dikasih
Kalau minta balasan akhirat doang, dikasih
Kalau minta balasan dua2nya ( dunia akhirat ), dikasih
Kalau kalau tidak mengharapkan balasan apa2, dikasih apa ya?

silahkan kunjungi http://www.sedekahku.com
kami berjuang untuk YATIM-PIATU-DHUAFA yang akan meMULIAKAN anda dengan KEKAYAAN dan PAHALA yang berhati SEDEKAH… Sukses DUNIA dan AKHIRAT.. Amin.

kami berjuang untuk YATIM-PIATU-DHUAFA yang akan meMULIAKAN anda yang berhat SEDEKAH dengan KEKAYAAN dan PAHALA… Sukses DUNIA dan AKHIRAT.. Amin.

Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang tak pernah mengingkari janji. Semua imbalan entah 10 x atau 700 x itu pasti akan Allah berikan pada kita.

Bisa saja di dunia atau nanti di akhirat.
Bisa saja saat ini kita sedang menerima balasan dari zakat kita di masa yang lalu tanpa kita merasakannya.

Misalnya,
mungkin saja saat ini seharusnya kita di takdirkan sedang sakit, namun karena kasih sayang Allah, garis nasib yang sudah ditentukan oleh Allah tersebut diganti oleh Allah dengan kesehatan.

Menurut saya berzakatlah dengan mengharapkan ridlo Allah, dengan Allah meridhlo pada kita maka apapun yang kita minta maka akan di kasih oleh Allah.

Amiin … Ya Allah

keajaibannya pasti karna itu janji allah bukan dari perkataan manusia yang sering berdusta,
tapi jangn lupa dengan yang benar-benar wajib seperti sholat,puasa,zakat,dll
tanpa yang wajib tidak ada gunanya.

Subhaa nallah, kalau seandainya itu bisa kita mencobanya. apakah yang akan terjadi di bumi Indonesia yang kita cintai ini, tentunya orang islam tak ada lagi yang bermental peminta. tapi pemberi semua. rahmatan lil ‘alamiiin

Subhanallah.. luar biasa ya ternyata. mohon izin untuk copy artikelnya, mudah-mudahan tidak saya publikasikan. Artikel tersebut untuk menjadi bahan bacaan di rumah jika penyakit malas dan “ketakutan untuk kekurangan” bila mengeluarkan sedekah tiba-tiba hadir di hati. Maklum, manusia biasa kan cara berhitungnya adalah 2-1=1

salam

benar2 menginspirasi,
2.5% memang kurang,
sedekah sedikit saja udah terasa rejeki tak terduganya apalgi sedekah min.10%
insya allah saya coba dengan ikhlas dan niat baik.
terima kasih buat artikel yang sangat berguna,
dan perlu disebarkan. :)

great article,semoga bisa memberikan pencerahan buat semua,, ijin co pas gan :-)

Subhanallah,,,luar biasa !!
man jadda wajada,, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil… semoga kita bersungguh-sungguh utk terus menerus bersedekah, sehingga kita berhasil di dunia dan akhirat..Amin ya Rab !!

Alhamdulillah, Allah membantu saya bisa memenuhi kebutuhan sekolah saya sendiri hingga semester akhir…… lebih dari stngah juta.

alhamdulillah…..semoga dengan semakin banyak orang muslim yg sadar akan manfaat sedekah kesejahteraan bangsa kita akan terangkat dan bebas dari kemiskinan…amien

Subhanallah…..Smoga Allah SWT membalas sedekah kita dengan berlipat ganda baik di dunia maupun di akhirat.

subhanallah, keren sekali yah ternyata matematika sedekah… jangan sayang2 lagi nih untuk sedekah..

artikel ini bagus, sebagai orang islam memang kita dianjurkan untuk bersedekah akan tetapi jangan dipaksakan untuk mendapatkan balasannya didunia bisa jadi di akhirat nanti kita tidak mendapatkan balasannya, dan kalau kita cermati ayat yang menganjurkan sedekah itu diakhiri dengan ” Alloh akan melipatgandakannya kepada siapa yang dia kehendaki” dari sini kita bisa mengerti bahwa orang yang bersedekah belum tentu akan dibalas secara langsung didunia ini, dan Alloh mengerti apa yang terbaik bagi hambaNya, dan yang terpenting adalah bagi kita mari kita bersedekah ikhlas kepada Alloh, dan kita yakin bahwa sedekah yang ikhlas akan dibalas oleh Alloh swt, entah itu didunia maupun diakhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS 101 Info

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Flickr Photos

knockdownhouse.com

knockdownhouse.com

knockdownhouse.com

knockdownhouse.com

knockdownhouse.com

More Photos

Blog Stats

  • 61,522 hits

Peringkat

Alamsyah Rank
January 2007
M T W T F S S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: