Posted by: alamster on: November 27, 2006
Maksud hati ingin melanjutkan posting tentang cara buat email kemaren tapi mo pindah fokus sebentar gara-gara blogwalking yang menjurus pada proses belajar bahasa. Tiap orang punya gaya belajar beda-beda, hal ini di bahas khusus oleh Prince dalam postingnya. Sambil angguk-angguk bacanya saya jadi semangat untuk tetap konsisten belajar. Belajar apa? ya belajar bahasa dan belajar menulis. Kebetulan saya lagi mau belajar cara menulis yang asik, kalau bisa dikatakan bisa bernarasi dengan baik. Seolah-olah yang baca bisa melihat dan merasakan apa yang di tuturkan oleh pengarang lewat untaian kata yang disusun rapi (maunya sih
).
Setelah di pikir-pikir perlu media yang bisa menampung coretan yang di tulis di papan ketik ini dan blog merupakan jawabannya. Tidak perlu ada guru yang menakut-nakuti “kalau gak bisa menulis dengan baik ntar gak lulus” atau “kurang bagus kalimatnya, tanda bacanya kurang tepat, harus diperbaiki sekarang juga”. Blog membebaskan saya dari semua itu. Saya menulis dengan tema tulisan yang berbeda-beda, tidak ada yang mengawasi, apakah harus selesai hari ini, besok, lusa atau kapan saja tidak ada yang melarang. Tersedia draft ataupun posting yang dibuat mundur di wordpress ini
, pokoknya terserah anda.
Keinginan untuk bisa “able to speak english oral and written” yang sering di pajang di surat kabar juga menyelinap di pikiranku. Akhirnya di putuskan untuk buat dua blog yang satu berbahasa Indonesia dan satunya berbahasa Inggris. Kok dua blog sih, fokuskan saja pada satu bahasa lalu pindah ke bahasa lain. Itu juga terpikirkan tapi kembali lagi harus saya akui saya cenderung suka belajar sendiri alias otodidak dan “pemaksaan” merupakan hal saya benci. Jadi tetap dua blog.
Blog bahasa Indonesia digunakan sebagai media berbagai informasi (kali aja berguna), perlahan coba perbaiki tata bahasa yang dulu dipelajari sebagai syarat lulus dari sekolah.
Blog bahasa Inggris digunakan untuk media belajar bahasa Inggris, saya rada bingung kalau ditanya yang mana “gerund“, yang mana “past participle“, “idiom” etc
.
Menarik sekali membaca pikiran orang yang dituangkan salam bentuk tulisan-tulisan yang informatif di blog.
Beberapa posting menarik lain yang saya masih coba cerna antara lain :
Masih terngiang kata-kata teman saya waktu masih kuliah dulu “kalau orang yang tidak bisa bahasa Inggris itu enggak well educated”.
Gedubrak…
Tunggu saja, aku pasti bisa!
Semangat ya !
[...] Ditulis pada Desember 16, 2007 oleh alamster Gak terasa udah lewat setahun pake gaya pembelajaran Bahasa Inggris pake [...]
Yup, jadi pengen juga ngeblog dalam bahasa Inggris… [on progress]
[...] Baca hasil pemetaan di sini, yang sudah dipublikasikan di sini (dan kalo kesel kenapa semuanya dalam bahasa Inggris, silahkan baca ini).(↩) [...]
Let’s start blogging in English. Practice as best as you could.
Don’t worry about making mistake. We all do, right?
Yeah, blogging is a great way to practice English and have fun, too.
I often suggest it as a way for students to practice writing if they find regular writing classes too boring!
In English, we often say ‘Practice makes perfect’.
December 10, 2006 at 6:15 pm
Emang bener.. Aku sependapat..
Bahasa Inggris = Well Educated..
Tapi khusus buat Orang Indonesia kaliiiiiiiiiiiiiiii.. hehehehe..
Enakan pake bahasa Indonesia Bro..
Jadiin aja bahasa Indonesia jd bahasa internasional..
jadi semuanya terjemahin aja ke Indonesia..
Pening2 pake bahaso plembang bae bro..
hehehehe